Sudah tak mampu ku menghitung
berapa kali sang mentari membakarku
Yang terbuai desir tumpukan mimpi,,
kucoba layangkan pandang keangkasa...
Selayang pandang kucoba temui dimana engkau sahabatku, , ,
memang benar adanya wujud sebuah cita" berawal dari mimpi
yang akhirnya kita dipaksa menyebar menjemputnya,,
disini, dalam persinggahanku, . .
Kutemui jalananku penuh duri, ,,
hingga aku tak tahu celah yg terarah kemana...
Tapi aku, dengan keegoisanku
akhirnya aku terluka dan hampir tak mampu berdiri,,,
saat itu impianku kembali dalam ulur dekap tanganmu kawan
kita pernah bersama memukul habis sombongnya setan jalanan,,,
menggoda para bidadari pelangi...
Aku butuh hadirmu kawan, , ,
aku bagai ditengah perang tanpa berbekal persenjataan..
Kembalilah, , , !!
Karena ada satu dari mimpimu yang terimpikanku...
Berkumpullah, , , !!
Aku butuh hadirmu kawan, , ,
aku bagai ditengah perang tanpa berbekal persenjataan..
Kembalilah, , , !!
Karena ada satu dari mimpimu yang terimpikanku...
Berkumpullah, , , !!

Komentar